Makalah Ekosistem Gurun

| Monday, April 22, 2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Jika kita membayangkan sebuah gurun, mungkin kita akan berpikir tentang panas, gersang, kering dan berpasir.  Hal ini disebabkan karena didasarkan dari pengertian gurun itu sendiri yaitu suatu daerah dimana curah hujannya sangat kecil yaitu kurang dari 250mm/tahun, suhu sangat tinggi di siang hari dan sangat rendah di malam hari, dan kelembapan udara rendah. Padahal tidak semua gurun panas, ada juga gurun yang sangat dingin pada musim dingin sampai 12o C yaitu Gurun Gobi di wilayah Asia.
Tentunya kebanyakan orang akan berpikir bahwa tidak mungkin ada kehidupan dengan kondisi gurun yang seperti itu. Kalaupun ada tentunya hanya flora dan fauna yang mampu bertahan dengan temperature yang sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari seperti, kaktus dan unta. Hal inilah yang melatarbelakangi kami sebagai penulis untuk menyusun makalah dengan judul ”Keanekaragaman Makhluk Hidup Pada Ekosistem Gurun”.
Dengan adanya makalah ini diharapkan kita dapat mengetahui keanekaragaman yang ada pada ekosistem gurun.

B.       Rumusan Masalah
a.       Apa pengertian dan ciri gurun ?
b.      Bagaimana kehidupan di gurun ?
c.       Bagaimana proses terjadinya gurun ?
d.      Apa saja jenis-jenis dan persebaran gurun di dunia gurun ?

C.      Batasan Masalah
Karena luasnya permasalahan dalam penulisan makalah ini maka cakupan pembahasan dibatasi pada pengertian dan ciri gurun, kehidupan di gurun, proses terjadinya gurun, persebaran gurun di dunia, ciri-ciri dari ekosistem gurun.
BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Gurun dan Karakteristiknya
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gurun diartikan sebagai padang luas yg tandus, atau padang pasir.
Dalam pengertian lain juga disebutkan gurun yaitu suatu daerah dimana curah hujannya sangat kecil yaitu kurang dari 250mm/tahun,sifat udaranya kering dan hampir tidak ada tumbuh-tumbuhan yang hidup.Gurun disebut juga daratan kering, karena klasifikasi gurun berdasarkan tingkat kekeringan di suatu wilayah.Hampir seperempat permukaan bumi daratan merupakan daerah gurun dengan temperatur yang dapat melebihi 55 derajat Celcius pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari.
1.         Posisi geografis
Ekosistem ini paling luas terpusat di sekitar 20 derajat LU, mulai dari Pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Sepanjang daerah itu terdapat kompleks gurun Sahara, gurun Arab dan gurun Gobi dengan luas mencapai 10 juta km persegi.
Bentang gurun memiliki beberapa ciri umum. Gurun sebagian besar terdiri dari permukaan batu karang. Bukit pasir yang disebut erg dan permukaan berbatu merupakan bagian pembentuk lain dari gurun.
Dilihat dari letak geografisnya ekosistem gurun memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.         Tingkat evaporasi(penguapan)yang lebih tinggi daripada curah hujan
b.        Tumbuhannya berdaun kecil seperti duri dan mempunyai akar yang panjang. (Daun yang kecil berfungsi untuk mengurangi penguapan Akar panjang berfungsi untuk mengambil air dari tempat yang dalam dan kemudian disimpan dalam jaringan spons.)
c.         Dihuni oleh hewan jenis pengerat contohnya, hamster dan gerbill.
d.        Air tanah cenderung asin karena larutan garam dalam tanah tidak cenderung berpindah baik karena pencucian oleh air maupun drainase.
2.         Iklim
Iklim di gurun luar biasa ekstrim, kalau panas sangat panas sekali dan kalau dingin luar biasa dingin. Ada beberapa musim di Kuwait yaitu Panas (32 – 40 C – sekitar Jun-Jul) , Panas Sekali (41 – 50 C – sekitar Jul – Aug – Sep), Dingin (8 – 20 C – sekitar Nop).
Ciri-ciri :
a.         Iklim panas dan kering sepanjang tahun.
b.        Penternakan nomad dijalankan.
c.         Penduduk hidup berpindah-randah untuk nencari sumber air.
d.        Hujan tahunan kurang daripada 250mm.
e.         Suhu harian sangat tinggi, yaitu antara 22°C hingga 32°C
3.         Curah Hujan
Gurun didefinisikan dengan ketat sebagai sebuah tempat yang menerima curah hujan kurang dari 254 mm (10 inci) setahun.
Ciri-ciri :
a.         Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun
b.        Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi
c.         Kelembaban udara sangat rendah
d.        Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C)
e.         Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air
4.         Cuaca di Gurun Pasir
Di dunia ini kira-kira sepertiganya berupa gurun. Atau lebih dikenal daerah dengan curah hujan yang sangat rendah (<25cm/tahun). Daerah ini dikenal sebagai daerah beriklim Arid (kering). Daerah ini biasanya memiliki kelembaban udara yang sangat rendah.
Sudah disebutkan diatas bahwa gurun itu daerah ini yang sedikit pohon, artinya penyebab utamanya adalah karena sedikit air yang ada disana.
Salah satu yang termudah adalah melihat apa saja yang mengontrol kelembaban udara atau kandungan air di udara ini. Karena kandungan air diudara inilah yang nantinya bertanggung jawab atas terdapatnya air di suatu tempat atau disuatu daerah (kawasan) tertentu.Salah satu untuk melihat kandungan air tentusaja melihat pola angin, awan dan pola hujan di bumi. Di sebelah kanan ini peta bumi yang menggambarkan tempat-tempat di bumi ini dimana curah hujannya rendah 25-50 mm/tahun (semi arid), dan daerah yang memiliki curah hujan sangat rendah dibawah 25 mm/tahun.
Terlihat bahwa tempat yang langka dengan hujan (arid) berada disekitar daerah tropis. Tentunya daerah tropis atau berada diantara 30° Lintang Utara dan 30° Lintang Selatan. Daerah tropis ini daerah yang memiliki suhu rata-rata tahunan sangat tinggi.

B.       Kehidupan Di Gurun
Panas menyengat di siang hari, dingin membeku di malam hari, kemarau selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan berturut-turut, kelangkaan makanan. Semua ini adalah bagian dari lingkungan gurun. Sangat sulit bertahan hidup dalam kondisi yang sedemikian keras.
1.         Kaktus
Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae. Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun).
Ada lebih dari 2000 jenis kaktus ada di belahan bumi. Mereka bisa tumbuh subur di lahan tandus dan kekurangan air. Ini lah hal unik dari kaktus. Kaktus adaptasinya tinggi. Kemudian, batang kaktus juga dilapisis jaringan lilin yang dapat mengurangi penguapan. Jaringan ini mampu menyimpan air dan tahan terhadap kekeringan sekalipun. Namun, yang namanya mahluk hidup tentu saja butuh air. Kaktus tetap membutuhkan air untuk bertahan hidup. Makanya, di gurun-gurun, kaktus memiliki akar yang sangat panjang bermeter-meter ke dalam pusat bumi untuk mencari sumber air.
2.         Flora Lainnya
Hampir tidak ada tumbuhan tingkat tinggi yang mampu bertahan. Tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).
Tumbuhannya berdaun kecil seperti duri dan mempunyai akar yang panjang. Daun yang kecil berfungsi untuk mengurangi penguapan Akar panjang berfungsi untuk mengambil air dari tempat yang dalam dan kemudian disimpan dalam jaringan spons.
3.         Unta atau Onta
Unta atau Onta adalah dua spesies hewan berkuku genap dari genus Camelus (satu berpunuk tunggal – Camelus dromedarius, satu lagi berpunuk ganda – Camelus bactrianus) yang hidup ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur harapan hidup unta adalah antara 30 sampai 50 tahun.
Domestikasi unta oleh manusia telah dimulai sejak kurang lebih 5.000 tahun yang lalu. Pemanfaatan unta antara lain untuk diambil susu (yang memiliki nilai nutrisi lebih tinggi dari pada susu sapi) serta dagingnya, dan juga digunakan sebagai hewan pekerja.
4.         Ular
Ular berbisa gurun (Cerastes Vipera) hidup di bawah pasir. Ular berbisa ini masuk ke dalam pasir dengan menggeliat bergoyang-goyang menyamping. Ular ini menggerakkan ekornya dari kiri ke kanan dengan sangat cepat. Gerakan ini lalu meliputi seluruh tubuhnya dalam tiga pelintir. Akhirnya sekujur tubuh ular terkubur sepenuhnya, kecuali satu atau kedua matanya saja. Dengan cara ini, ular berbaring sambil menunggu, memburu mangsanya. Tetapi strategi seperti ini dapat menimbulkan risiko bagi mata ular, karena mata ini tetap berada di luar, di tempat yang dapat didera oleh badai pasir secara tiba-tiba. Namun, karena mata ular dirancang khusus, risiko tersebut terhapus seluruhnya. Mata ular berbisa ini terlindung dari gangguan pasir karena memiliki “kaca mata” luar yang terbuat dari sisik yang tembus pandang.
5.         Serigala Gurun
Penghuni gurun yang lain, yaitu serigala gurun bewarna krem, jenis serigala terkecil, memiliki telinga yang sangat besar. Serigala ini hidup di gurun berpasir di Afrika dan Arab. Telinganya yang lebar tidak hanya membantu menentukan tempat mangsanya berada, tetapi juga berfungsi untuk mencegah panas berlebihan dan membuat hewan ini tetap sejuk.
6.         Kadal
Kadal bermoncong-sekop, yang tinggal di gurun, bergerak seperti menari di pasir untuk mendinginkan ekor dan kakinya. Kemudian, dengan bertumpu pada ekornya, kadal ini bergantian mengangkat satu kaki belakang dan satu kaki depan. Setelah beberapa detik, kakinya berganti posisi. Kadal ini seolah berenang di bukit pasir dengan dukungan bentuk tubuh dan hidungnya yang aerodinamis, dan telapak kakinya yang besar memungkinkan kadal berlari di pasir dengan sangat cepat.
7.         Katak Gurun
Katak gurun, yang hidup di Australia, mirip dengan tangki air. Saat hujan, katak ini mengisi kantung-kantung di tubuhnya dengan air. Kemudian dia menguburkan dirinya sendiri di bawah pasir dan mulai menunggu sampai hujan yang berikutnya turun. Bila merasa haus, hewan gurun lainnya mencari katak ini dan meminum airnya, dengan cara mengeluarkan katak ini dari pasir.

C.      Proses Terjadinya Gurun
Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem gurun merupakan ekosistem alami yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Sebagian besar gurun terletak di kedua sisi Khatulistiwa, di daerah yang dikenal sebagai daerah tropis.
Udara hangat mengalir dari Khatulistiwa ke daerah Tropis, udara akan naik dan mendingin. Saat dingin, udara melepaskan kelembabannya berupa hujan. Pada saat mencapai daerah Tropis, udara mulai turun ke arah tanah dan memanas lagi. Udara hangat ini menyerap semua kelembaban dari tanah di bawahnya, sehingga menjadi kering dan terjadilah Gurun kering.
Selain itu, kebanyakan, pembentukan permukaan gurun disebabkan oleh air. Hujan yang turun di daerah gurun biasanya sangat deras, sehingga tanah yang kering dan keras tidak bisa menyerap air. Air tersebut akhirnya terus mengalir deras menuruni lereng, menjadi banjir. Air tersebut memahat lereng lembah curam yang dikenal dengan nama “Wadis”. Batu-batuan raksasa dan batu kali hanyut dari lembah ke dataran gurun. Batuan yang berada dipermukaan gurun terkena panas di siang hari dan malam hari menjadi dingin. Pemanasan dan pendinginan ini lama kelamaan akan merapuhkan batu dan akhirnya pecah menjadi pasir-pasir.

D.      Jenis-jenis Gurun dan Persebarannya
Gurun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu yang pertama berdasarkan curah hujan dan tingkat kekeringannya dan yang kedua berdasarkan lintang dan lokasi keberadaannya.
1.         Berdasarkan curah hujan dan tingkat kekeringannya.
a.         Gurun sangat kering, yaitu gurun yang selama 12 bulan hampir tidak ada hujan. Contohnya:gurun Thar,India.
b.        Gurun kering, yaitu gurun yang curah hujannya kurang dari 250mm\tahun. Contohnya: gurun Agatsya Malai,India.
c.         Gurun setengah kering, yaitu gurun yang curah hujannya antara 250mm-500mm/tahun. Contohnya:gurun Oregon Timur,di Amerika Serikat.
2.         Berdasarkan lintang dan lokasi keberadaannya.
Berdasarkan lintang dan lokasi keberadaannya gurun dibagi menjadi 4 macam,yaitu Gurun Kutub, Gurun Subtropis, Gurun Musim dingin dan Gurun Pantai Dingin.

E.       Komponen Pendukung Ekosistem Padang Pasir
Pada ekosistem ini, kita akan menemukan beberapa jenis organisme yang mendukung terbentuknya ekosistem padang pasir.
1.         Autotrof
Organisme ini bisa membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari, air dan komponen udara. Organisme autotrof pada ekosistem ini adalah tanaman.
Keadaan lingkungan yang sangat panas di padang pasir, mempengaruhi jenis tanaman mana yang bisa bertahan hidup di daerah seperti ini. Misalnya saja kaktus, tanaman ini sangat cocok hidup di daerah gurun karena memang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Daun-daunnya yang menyerupai jarum, mencegah evaporasi (penguapan) kadar air dalam kaktus ke udara secara berlebihan, sehingga kaktus tetap memiliki kadar air yang cukup pada batangnya.
2.         Heterotrof
Organisme ini adalah jenis organisme yang merupakan konsumen karena memang tidak bisa membuat makanan sendiri seperti tanaman. Organisme jenis ini adalah para hewan herbivora atau pemakan tanaman.
Hewan herbivora di ekosistem padang pasir ini bukanlah hewan pemakan rumput biasa. Contohnya onta atau unta. Hewan herbivora ini bisa bertahan hidup di padang pasir yang gersang dan kering tanpa harus kehausan dalam waktu yang cukup lama.
Selain unta, hewan lain yang biasa hidup di daerah gurun ini adalah kalajengking, semut, kadal, maupun ular.
3.         Abiotik
Abiotik adalah komponen mati atau tak hidup yang ikut mendukung keseimbangan ekosistem padang pasir. Komponen abiotik ini meliputi tanah, pasir, batu, udara, maupun air.
4.         Pengurai
Pengurai adalah organisme yang bertugas untuk menguraikan bahan organik dari makhluk hidup yang sudah mati (misal: tanaman mati, bangkai hewan).
Pengurai atau yang biasa disebut sebagai dekomposer ini akan menyerap sebagian hasil penguraian dan membuang beberapa zat sederhana ke tanah untuk digunakan lagi oleh produsen yang tak lain adalah tanaman gurun (misal: kaktus). ( Anonymous 2012 ).
F.       Sistem Produksi, Konsumsi dan Dekomposisi
System produksi alam ekosistem padang pasir erat hubungany dengan daur materi, aliran energy dan cahaya matahari. Produksi pada gurun pasir yaitu proses pemasukan dan penyimpanan energy didalam ekosistem. Produksi primer meliputi pemasukan – pemsukan yag mencangkup pemindahan energy cahaya menjadi energy cahaya menjadi energy kimia oleh produsen. Penggunaaan energy pada binatang dan mikroba disebut produksi sekunder.
Produksi primer dari suatu ekosistem berasal dari suatu ekosistem berasal dari suatu proses fotosintesis yang dilakukan oleh tubuhan berhijau daun dengan pengikat energy yag berasal dari matahari. Produktivitas dari suatu ekosistem adalah kecepatan cahaya matahari yang iikat oleh vegetasi menjadi produkivitas kotor ( gross ), sesuai dengan kecepatan fotosintesis.
Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral di padang pasir yang merupakan lingkungan hidup  tersendiri. Proses ini dimulai apabila ada tumbuhan atau hewan yang mati. Tubuh makhlik – makhluk diuraikan patahan – patahan kecil oleh jamur, rayap dan lain – lain.serpihan ini terakhir diuraikan menjadi unsur – unsur yang lebih sederhana oleh makro yang disebut bakteri pengurai. Adanya satwa – satwa kecil ini memberikan pula kehidupan kepada pemangsa – pemangsa seperti kalajengking.












BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gurun diartikan sebagai padang luas yang tandus, atau padang pasir. Gurun juga merupakan suatu daerah dimana curah hujannya sangat kecil yaitu kurang dari 250mm/tahun,sifat udaranya kering dan hampir tidak ada tumbuh-tumbuhan yang hidup. Gurun disebut juga daratan kering, karena klasifikasi gurun berdasarkan tingkat kekeringan di suatu wilayah. Hampir seperempat permukaan bumi daratan  merupakan daerah gurun dengan temperatur yang dapat melebihi 55 derajat Celcius pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari. Ciri atau karakteristik dari ekosistem gurun dapat dilihat dari posisi geografisnya, iklim, curah hujan dan cuacanya.
Di daerah gurun banyak pula hewan ataupun tumbuhan yang bisa bertahan hidup di daerah tersebut, diantaranya Unta atau Onta, Ular, serigala gurun, Kadal, Katak gurun, kaktus, dan flora lainnya.
Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem gurun merupakan ekosistem alami yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Sebagian besar gurun terletak di kedua sisi Khatulistiwa, di daerah yang dikenal sebagai daerah tropis.Gurun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu yang pertama berdasarkan curah hujan dan tingkat kekeringannya dan yang kedua berdasarkan lintang dan lokasi keberadaannya

B.       Saran
Bagi para pembaca terutama mahasiswa dan kalangan pelajar lainnya hendaknya banyak mengetahui tentang ekosistem gurun karena dalam ilmu pengetahuan lingkungan, gurun juga memiliki peran penting pada materi ini. Akan tetapi juga perlu meningkatkan pengetahuan dalam ilmu yang lainnya sehingga kita tidak hanya mengetahui satu pengetahuan saja. Karena sebagai mahasiswa kita harus bisa mengeksplor beragam ilmu pengetahuan demi mengembangkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA


http://muktionodimi.blogspot.com/2011/09/makalah-tentang-bioma-gurun-bioma.html

0 komentar:

Post a Comment

Next Prev

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ounty Liem Chicken Rice

pilihdokter (dot) com

▲Top▲